Kehidupan yang dekat dengan laut, pantai, serta perkebunan kelapa, kakao, dan jambu mete membentuk karakter sederhana, mandiri, serta terbiasa menghadapi berbagai tantangan.
Setelah menamatkan pendidikan di SDN 1 Laea pada 1999, Kabiba harus meninggalkan kampung halamannya pada usia 12 tahun untuk melanjutkan pendidikan ke Kota Kendari. Saat itu, daerah tempat tinggalnya belum memiliki jenjang pendidikan lanjutan sehingga ia memilih merantau demi melanjutkan sekolah.
Perjalanan tersebut menjadi titik awal perjuangan panjang. Jauh dari orang tua membuat Kabiba belajar hidup mandiri, beradaptasi dengan lingkungan baru, sekaligus menghadapi berbagai keterbatasan. Pengalaman itu membentuk sikap disiplin dan konsisten dalam mengejar pendidikan.
Pendidikan menengah pertama diselesaikannya di SLTP Negeri 1 Tikep pada 2002. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MAN 1 Kendari hingga lulus pada 2005.
Ketertarikannya pada dunia pendidikan kemudian membawanya melanjutkan studi di Program Studi Administrasi Pendidikan Universitas Muhammadiyah Kendari. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2010, kemudian melanjutkan Program Pascasarjana Universitas Halu Oleo hingga memperoleh gelar magister pada 2014.
