"Belajarnya juga tetap di rumah, hanya mereka datang ambil buku paket dan diberi catatan oleh guru terkait tugas-tugas," ungkapnya.  

Ashar menjelaskan, bila dalam proses belajar mengajar di rumah tidak tuntas, maka para pelajar akan diajak ke sekolah secara bergiliran.  

"Proses belajar virtual dikombinasikan dengan guru berkunjung ke rumah atau pelajar yang ke sekolah dengan bergilir," sebutnya.

Sampai saat ini, Ashar belum bisa memastikan kapan proses belajar mengajar tatap muka di sekolah. Pihaknya masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.  

Adapun SE Bupati Muna tentang pedoman penyelenggaraan belajar di rumah dalam masa darurat penyebaran COVID-19 menyebutkan, prosesnya tetap memperhatikan protokol kesehatan yakni menggunakan masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan.