Nyaris seluruh lapisan masyarakat di beberapa desa dan kelurahan di Kecamatan Tomia Timur, yang bergantung pada PAM Te'e Luo, mengeluh akibat kehabisan stok air di rumahnya masing-masing.

Baca Juga: Pengeboman Ikan Merajalela di Perairan Wakatobi, Pemerintah Jangan Cuek

"Jika listrik mati, itu tidak seberapa. Tapi, kalau air yang mati, lama-lama kita juga ikut mati," celetuk seorang warga Desa Timu, Halima.

Tutur Halima, akibat kesulitan air untuk minum, mandi dan mencuci, akhirnya warga ramai-ramai turun ke laut. Mereka mencuci, mandi dan bahkan mengambil air minum pada air payau di pesisir tebing pantai.

"Jangan ditanya lagi bagaimana kesulitan para pelaku UMKM yang bisnisnya bergantung pada air. Misalnya pengusaha depot air minum. Para pengusaha ini terpaksa harus tutup untuk sementara waktu," lanjut Halima.