“Ternyata mereka bentur, ada katanya oknum yang sudah melegalkan mereka dengan pungutan biaya. Saya pikir praktek-praktek seperti ini harus dihabisi di kota ini, jangan seperti itu. Semua orang mau hidup tapi dengan cara yang baik, jangan dengan cara memanfaatkan kekuatan dirinya, kelompok dan golongannya, sedangkan yang dirugikan masyarakat kecil, pemerintah kota,” jelas Rajab.

Sementara itu, salah satu pedagang yang ada median jalan saat dikonfirmasi mengaku, sudah tahu tempatnya menjual itu dilarang. Namun, karena alasan tidak memiliki tempat yang lain, ia tetap bertahan dikawasan itu.

"Dilarang, kadang ada PolPP kita lomba-lomba baku lari," katanya yang enggan menyebutkan namanya. (A)

Reporter: Musdar

Editor: Fitrah Nugraha