JAKARTA, TELISIK.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengingatkan dampak El Nino yang sedang terjadi. Berdasarkan jumlah zona musim (ZOM), yakni wilayah yang memiliki kesamaan pola musim, tercatat 60 persen wilayah Indonesia sedang menghadapi musim kemarau dan puncaknya diprediksi hingga September 2023.
Wilayah yang sedang menghadapi kemarau meliputi sebagian besar Aceh, sebagian besar Sumatera Utara, Riau, Bengkulu, Sumatera Selatan, Kepulauan Bangka Belitung bagian selatan, sebagian Lampung, Banten, dan DKI Jakarta. Kemudian sebagian besar Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Tengah bagian selatan, sebagian Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur bagian selatan, Gorontalo, Sulawesi Tengah bagian utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Maluku Utara, dan Papua bagian selatan.
“Minimnya curah hujan yang terjadi, selain memicu kekeringan, juga akan berpotensi meningkatkan jumlah titik api, sehingga makin meningkatkan kondisi kerawanan untuk terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla),” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati kepada Telisik.id, Jumat (25/8/2023).
Baca Juga: Ini Jurusan Paling Prioritas CPNS dan PPPK 2023
Dwikorita mengingatkan agar setiap daerah perlu lebih mewaspadai potensi terjadinya El Nino. El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudera Pasifik bagian tengah dan timur. Pemanasan SML ini mengakibatkan bergesernya potensi pertumbuhan awan dari wilayah Indonesia ke wilayah Samudera Pasifik Tengah sehingga akan mengurangi curah hujan di wilayah Indonesia.
