MOSCOW, TELISIK.ID - Presiden Vladimir Putin memperbarui doktrin nuklir Rusia, memberikan lampu hijau bagi tentaranya untuk segera menggunakan senjata nuklir.

Perubahan ini memungkinkan Rusia menyerang negara non-nuklir yang didukung oleh kekuatan besar. Langkah ini memperlihatkan peningkatan ketegangan di panggung global, terutama dengan negara-negara Barat yang secara terang-terangan mengecam tindakan tersebut.

Doktrin nuklir baru Rusia kini mengizinkan penggunaan senjata nuklir dalam situasi darurat tertentu. Doktrin ini mencakup skenario di mana Rusia menghadapi ancaman serius dari negara non-nuklir.

Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menjelaskan bahwa doktrin ini menjadi peringatan tegas bagi negara-negara yang mungkin terlibat dalam konflik dengan Rusia.

"Ini adalah sinyal yang memperingatkan negara-negara tersebut tentang konsekuensi jika mereka berpartisipasi dalam serangan terhadap negara kami dengan berbagai cara, tidak selalu dengan nuklir," ujar Peskov, seperti dikutip dari CNN Internasional, Jumat (27/9/2024).