Sementara itu, pandangan fraksi-fraksi, salah satunya fraksi PKS yang disampaikan oleh Rizki Brilian Pagala, meminta pencapaian target yang diorientasikan pada pencapaian kinerja seluruh SKPD dikaitkan dengan realisasi anggaran yang telah ditetapkan dalam APBD dapat dimaksimalkan.
Memperhatikan pembiayaan yang mengalami peningkatan, PKS menghargai Pemkot Kendari dalam memperbaiki sistem tata kelola penerimaan pembiayaan daerah. Namun, Fraski PKS meminta untuk dijelaskan secara transparan terkait sumber penerimaan pembiayaan yang direncanakan.
“Kami harapkan agar dalam rancangan yang ditetapkan Pemkot Kendari tidak membebani stabilitas ekonomi dan selalu mengutamakan perbaikan yang komprehensif,” tegas Rizki.
Sementara anggota Fraksi PAN, Nasaruddin, menilai hal yang paling krusial untuk dibahas dalam Raperda Perubahan APBD tahun anggaran 2024 adalah pendapatan yang tidak realistis.
“Target pendapatan daerah sebesar 2,66 persen harus dievaluasi secara cermat, mengingat kondisi perekonomian yang belum stabil, kami sangat meragukan target pencapaian ini,” pinta Nasaruddin.
