Mahasiswa kemudian meluapkan emosi dan kemarahannya dengan memaksa memasuki gedung DPRD Sultra. Massa mahasiswa sempat hendak mendobrak pintu ruang rapat paripurna DPRD Sultra karena pintu lambat dibukakan oleh staf Sekretariat Dewan (Setwan).
Setelah berhasil masuk, mereka selanjutnya memeriksa ruang paripurna dan ruang-ruang lainnya di gedung DPRD Sultra.
Perwakilan dari KBM UHO, Defrian, menyampaikan mosi tidak percaya mereka terhadap DPRD Sultra karena tidak ada satu pun wakil rakyat Bumi Anoa yang hadir di gedung tersebut.
“Dengan ini saya bubarkan DPRD Sulawesi Tenggara,” tegas Defrian.
Baca Juga: Atasi Kemiskinan Esktrem dan Stunting, Pemkot Kendari Gencar Sosialisasi
