Dalam pendampingan tersebut, pihaknya mengajarkan petani terkait teknik aplikasi yang menjelaskan tentang nozzle yang tepat. Sehingga para petani dalam melindungi tanamannya terjaga serta pengendalian hama penyakit jadi lebih efektif.
Baca Juga: Pj Bupati Buton Tengah Serahkan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2021
"Misalnya untuk insektisida dan fungisida sebaiknya menggunakan nozzle bentuk kerucut (hollow cone) karena semprotnya halus, dan jika pengendalian gulma bagusnya gunakan deflector karena semprotnya kasar sehingga tidak perlu di ayun jika melakukan penyemprotan," imbuhnya.
Vicki menambahkan, para petani juga diedukasi untuk menghindari produk yang digunakan untuk tanaman agar lebih aman sesuai tercantum dalam lima golden rules (lima aturan emas). Terdiri dari kehati-hatian dalam membeli produk, pemahaman label, perawatan tangki penyemprotan, kemanan dan kebersihan diri, serta penggunaan alat pelindung diri.
"Kami berharap agar petani kita setelah diedukasi dapat menggunakan pestisida secara bijaksana dan aman," jelasnya.
