Jumardi menambahkan, banjir yang melanda wilayah Kolaka Utara terjadi secara tiba-tiba sekitar pukul 22.00 Wita, akibatnya banyak alat elektronik warga tidak sempat diselamatkan dan terendam air.
"Kerugian ditaksir sekitar Rp 100 juta-an," tukasnya.
Jukail berharap Pemerintah Daerah Kolaka Utara dapat melakukan pembenahan, khususnya di bantaran sungai Latowu dengan membuat talud sungai atau bronjong.
"Ini sudah sering kami sampaikan tapi belum ada respon, semoga tahun ini bisa terwujud," harapnya.
Kejadian serupa terjadi di Desa Makuaseng, Kecamatan Batu Putih. Banjir yang terjadi pada pukul 21.00 Wita merendam 20 rumah warga dengan ketinggian setengah meter.
