“Insyaallah yang bisa diusahakan kita usahakan. Semua kita tampung. Hanya mengingat efisiensi yang terjadi, semua akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Aspirasi warga Sanua mencakup kebutuhan dasar dan persoalan sosial yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari. Usulan sumur bor menjadi salah satu perhatian karena berkaitan dengan akses air bersih, sementara persoalan layanan kesehatan membutuhkan kejelasan saluran pengaduan bagi masyarakat.
Di sisi lain, isu narkoba menjadi pembahasan dalam forum karena warga meminta peran pemerintah dan DPRD dalam mendukung pencegahan di tingkat lingkungan. Hal tersebut disertai usulan penguatan kegiatan pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan.
Seluruh masukan tersebut menjadi bahan yang akan dibawa melalui mekanisme DPRD dan koordinasi dengan pemerintah daerah sesuai kewenangan masing-masing.
Reses di Sanua sekaligus menjadi ruang bagi Harmawati menyampaikan edukasi mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba sebelum mendengarkan aspirasi warga. Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan dialog mengenai kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. (Adv)
