Sehingga menjadi renungan spritual dan bertaubat menyesali dosa-dosa yang telah diperbuat. Membuat resolusi diri bahwa tahun baru 2022, tidak akan lagi mengulangi kebodohan saya. Mengulangi kehilafan saya, dan berjanji tahun baru semua akan saya ubah untuk hidup lebih baik. Lebih kuat beribadah, lebih bisa membantu agama Allah dan membantu sesama manusia, dan seterusnya.
Allah memberi perjumpaan kita dengan tahun baru. Itu suatu kesempatan berharga, menjadi hal yang amat penting untuk membuat resolusi hidup tahun baru dan menetapkan arah, tujuan dan target hidup lebih baik. Itulah makna esensi bertahun baru, bukan dengan kegiatan yang hedonistik.
Tahun sebelumnya boleh saja kurang berhasil, tapi tahun baru tak boleh sama, harus naik level, harus bisa naik kelas sosial, naik keimanan kita. Harus kerja keras, kerja cerdas dan bisa memompa semangat baru, kepercayaan diri untuk bisa bangkit lebih baik. Berjanji tak mau bermalas-malas dalam kerja dan seterunya.
Hambatan terbesar seseorang untuk bisa sukses dan hidup lebih baik adalah hambatan dari dalam dirinya sendiri. Yakni penyakit mental yang selalu menunda-nunda pekerjaan, selalu menunda kerja sehingga kesuksesannya ikut tertunda. (*)
