Menurut Kepala BPS Kolaka Utara, Sidik salah satu indikator banyaknya masyarakat miskin di setiap daerah tidak lepas dari data warga penerima bantuan sosial yang disampaikan pemerintah desa yang cenderung tidak akurat.

"Mungkin asumsi mereka semakin banyak warga miskin semakin banyak bantuan yang mengalir ke desa, tanpa disadari kalau data tersebut bisa jadi salah satu acuan pemerintah pusat mengukur tingkat kemiskinan di daerah," terangnya, Jumat (24/2/2023).

Sebenarnya kata dia, banyak faktor yang menyebabkan data penerima bantuan tidak akurat. Bisa jadi karena kepentingan politik, dukungan politik, hubungan kekerabatan, dan juga bisa jadi banyaknya program bantuan sosial yang mesti tersalurkan sehingga data tersebut dipaksakan.

"Sementara bisa jadi mereka masih terkategori mampuh," bebernya.

Karena itu, Regsosek BPS Kolaka Utara yang saat ini masih berjalan akan melakukan pembersihan data dengan cara mengecek dan mengkroscek langsung ke lapangan.