"Alhamdulillah amanah dan tanggung jawab besar telah diberikan Menteri Agama kepada kami dan kami akan menjalankan amanah ini secara baik dan maksimal. Ke depan UIN Kendari akan mewujudkan diri sebagai kampus yang menjadi episentrum integrasi ilmu agama dan sains, menguatkan legitimasi dan rekognisi kelembagaan, meningkatkan mutu dan kualifikasi sumber daya manusia, meningkatkan sitasi dan reputasi jurnal ilmiah, melakukan beautifikasi kampus, penguatan budaya akademik, dan mendorong inovasi untuk mewujudkan daya saing," urai Prof Husain.

Guru Besar Bidang Ilmu Sistem Ekonomi Islam pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam ini dikenal sebagai sosok akademisi yang meniti karier dari bawah. Mulai dari Kaprodi, Sekjur, Kajur, Puket, Waket, Penjabat Dekan, hingga Warek.

Masa remaja hingga dewasa Prof Husain tak banyak dihabiskan untuk bermain. Dia menyibukkan diri dengan belajar dan bekerja. Lepas bersekolah ia bergegas menjual jagung rebus yang telah disiapkan oleh orang tuanya.

Tak hanya menjual jagung rebus, Prof Husain juga sempat menjadi pekerja serabutan, buruh pelabuhan, dan buruh panggul di pasar, bahkan menjadi kondektur pete-pete untuk membantu ekonomi keluarga yang penuh keterbatasan.

Keteguhan hati, kesabaran jiwa dan kepasrahan penuh kepada Sang Ilahi membuat dirinya tumbuh menjadi sosok yang teguh dan tangguh.