Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Prof Husain. Ia belajar tentang ketekunan, kemandirian, kerja keras, serta bagaimana membangun komunikasi dan kepercayaan dengan para stakeholders. Nilai-nilai tersebut kemudian menjadi modal dalam perjalanan akademik dan pengabdiannya di dunia pendidikan tinggi.
Perjalanan panjang itu mengantarkan Prof Husain hingga dipercaya memimpin IAIN Kendari dan mengajukan peralihan bentuk kelembagaan menjadi UIN Kendari.
Saat peralihan bentuk dari STAIN menjadi IAIN Kendari pun, ia didapuk untuk menjadi Ketua Tim, mengingat posisinya sebagai Wakil Ketua I STAIN Kendari yang mempersiapkan proposal dan dokumen pendukung lainnya guna mewujudkan peralihan bentuk menjadi IAIN Kendari.
Usai dilantik menjadi Rektor UIN Kendari, Prof Husain berkomitmen akan terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, baik dosen, tenaga kependidikan, maupun mahasiswa. Menurutnya, kualitas perguruan tinggi sangat ditentukan oleh kualitas manusia yang berada di dalamnya.
"Kita ingin membangun ekosistem akademik yang sehat. Dosen harus terus berkembang, mahasiswa harus diberikan ruang untuk berinovasi dan berprestasi, sementara tenaga kependidikan harus mendapatkan dukungan untuk meningkatkan profesionalismenya," bebernya.
