"Saat ini sudah ada 2 putra-putri kita yang sedang melakukan pendidikan spesialis bedah jantung, lalu ada 2 juga yang sedang pendidikan spesialis bedah otak. Harapannya, 4 dokter ini bisa berfungsi di bedah RS Jantung ini," bebernya.

Baca Juga: Rumah Sakit Jantung, Pembuluh Darah dan Otak Oputa Yi Koo Diresmikan

Namun, untuk mengisi kekosongan itu, pihaknya akan dibantu oleh tim tenaga dokter dari RS Harapan Kita. Al Gazali menuturkan, rumah sakit ini akan dibuka secara bertahap, dimulai dari IGD dan poliklinik, hingga layanan bedah.

"Saat ini, untuk deteksi penyakit jantung sudah mulai dan sudah bisa dilakukan, tapi untuk bedah jantung belum. Namun diharap di awal tahun 2024 sudah bisa dilakukan operasi," ucapnya.

Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi mengatakan, rumah sakit ditunjang oleh peralatan medis berbasis teknologi tinggi itu akan memperkuat unit-unit layanan kesehatan di Sulawesi Tenggara. Dia menyadari RS ini masih memiliki banyak kekurangan, namun harus tetap disyukuri, mengingat RS jantung adalah salah satu bangunan megah 17 lantai satu-satunya di Sulawesi Tenggara.