"Jika Gubernur Sulawesi Tenggara tidak merealisasikan janji, kami berharap Presiden Joko Widodo untuk segera mengambil alih pengaspalan jalan provinsi," ungkapnya.
Ia juga mengatakan, daerah tersebut juga memiliki potensi yang sangat strategis dan besar. Pasalnya dari tahun 1997 yang dikenal sebagai daerah sentral produksi jeruk siompu, madunya berbasis jeruk nasional dan itu salah satu label yang diberikan pemda hingga alih fungsi lahan menjadi daerah ketahanan pangan.
Namun di balik potensi yang melimpah itu, minimnya perhatian Pemprov Sulawesi Tenggara dalam menopang keberlanjutan sumber daya alam yang ada serta sarana pra sarana sebagai penunjang kelancaran perputaran ekonomi.
Ada berbagai kendala dan hambatan yang dihadapi masyarakat untuk mendistribusikan hasil produksi khususnya masalah akses jalan provinsi yang belum ada realisasi.
"Kami di sini meskipun banyak potensinya tapi, kondisi jalannya sangat menghambat kami, apa lagi kondisi jalannya berlumpur dan berdebu," ungkapnya.
