Sekolah seluas 1.595 meter persegi ini juga menghadapi masalah di dinding pagar, di mana banyak bagian besi pagar mulai terlepas, mengancam keamanan aset sekolah. Selain itu, beberapa bangku dan kursi di sekolah juga mengalami kerusakan yang jika dibiarkan dapat membahayakan keselamatan siswa.
Fasilitas sanitasi juga perlu perhatian, dengan toilet yang saat ini digunakan oleh guru dan siswa hanya terdiri dari satu ruang yang dipisahkan menjadi dua.
Baca Juga: Pemilih Setia Pasangan Rusdianto-Fachry di Pilkada Konawe Tertinggi, Capai 35 Persen
Udin menekankan bahwa kebutuhan paling mendesak bagi SD Negeri 2 Pulau Makassar adalah rehabilitasi gedung perpustakaan dan perbaikan plafon ruang kelas.
Pada tahun 2024, sekolah ini baru menerima bantuan buku dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI serta tiga unit laptop Chromebook untuk pelaksanaan Assessment Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Namun, Udin mengatakan masih membutuhkan sepuluh unit lagi untuk optimalisasi pelaksanaan ANBK.
