KENDARI, TELISIK.ID - Mengulas pilu kisah seorang nenek di Kendari yang hidup sebatang kara tak miliki keluarga, hanya bertahan hidup dengan sampah yang dipungutnya setiap hari.

Keseharian nenek ini dihabiskan untuk mencari sampah yang bisa dijual untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

Nenek bernama Sufia berusia 65 tahun, setiap hari mangkal di dekat Citraland Kendari setelah seharian berkeliling mencari sampah yang dibuang masyarakat. Mulai dari sampah plastik maupun besi-besi bekas untuk ditimbang.

Hidupnya yang sebatang kara setelah anak dan suaminya meninggal dunia, tak ada lagi yang membantunya dan menguatkan dirinya, namun tidak membuatnya menyerah.

"Hanya tetanggaku yang liat saya sakit dan kalau saya sakit tidak bekerja tetanggaku yang bantu," katanya sambil tersenyum menahan air mata.