Poros Tengah terbentuk untuk menggagalkan upaya partai pemenang pemilu, PDIP, memajukan ketua umumnya Megawati Soekarnoputri sebagai presiden. Ketika itu PDIP mengantongi suara 33 persen.

Ketua Umum PAN saat itu, Amien Rais, justru mendekati Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. Kepada Gus Dur, Amien mengatakan, Indonesia butuh pemimpin yang bisa jadi penengah. Dan tokoh itu adalah Gus Dur.

Lewat koalisi Poros Tengah ini, Amien Rais berhasil menduduki jabatan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Presiden dipilih oleh MPR. Akhirnya Gus Dur berhasil menjadi presiden dengan Megawati sebagai wakilnya pada akhir Oktober 1999.

Kembali pada hasil pertemuan KIM di DPP Partai Golkar, sebelumnya Prabowo juga menyinggung tentang fokus kebijakan yang akan diemban jika terpilih menjadi presiden pada Pemilu 2024. Dia tegas menyatakan akan meneruskan kebijakan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Bacapres yang juga menjabat Menteri Pertahanan (Menhan) ini mengatakan, tak pernah malu berada dalam satu perahu bersama Jokowi.