Baca Juga: Barbie, Pemenang dari Persaingan Antara Film Barbie dan Oppenheimer di Kota Kendari
Pada waktu itu, ia berpikir bahwa boneka ini harus terlihat hidup. Menurut Ruth, boneka itu harus memiliki payudara. Pada awalnya, ide Ruth sempat ditolak oleh para eksekutif Mattel yang mayoritas adalah laki-laki.
Mereka menganggap, boneka tersebut tidak akan laku karena orang tua dinilai ogah membelikan anak-anaknya boneka berwujud perempuan dewasa. Pada waktu itu, anak-anak hanya bermain dengan boneka yang berwujud bayi.
Dikutip dari Kontan.co.id, Inspirasi bentuk boneka Barbie datang saat Handler dalam perjalanan ke Lucerne, Swiss. Saat itu, Handler dan Barbara melihat sebuah boneka di toko mainan.
Pada saat itu, putrinya yang berusia 15 tahun menunjukkan sebuah boneka plastik, Lilli. Namun, Lilli bukanlah boneka yang ditujukan untuk anak-anak, melainkan boneka seks atau sex toy.
