Baca juga: Bertambah Satu Positif COVID-19 di Sultra, Satu PDP Meninggal

Sebelumnya, sejak isu COVID-19 muncul pada pekan ke empat Januari, rupiah langsung nosedive alias terjun bebas.

Mata uang tanah air sempat berada di posisi terlemah secara intraday sejak Juni 1998, kala Indonesia bergelut dengan krisis ekonomi-sosial-politik yang membuat Orde Baru tumbang setelah nyaris 32 tahun berkuasa.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan, faktor teknikal seperti news bisa mempengaruhi pergerakan nilai tukar. Dalam jangka pendek, Rupiah akan naik turun dipengaruhi oleh faktor teknikal seperti faktor news.

"Hari ini juga banyak berita positif yang Insya Allah buat Rupiah kita di bawah Rp 15 ribu," kata Perry.