Perjalanan Rudin tidak selalu mulus. Setelah memulai bisnis secara mandiri, ia menghadapi tantangan besar ketika orderan sepi, yang sempat membuatnya frustrasi. Dengan tanggung jawab sebagai kepala keluarga, Rudin bahkan mempertimbangkan untuk mencari pekerjaan lain.
Di tengah kesulitan tersebut, ia berdagang sayur sebagai langkah alternatif, meskipun tetap mempromosikan bisnis sofanya.
Untuk mengatasi masa sulit, Rudin fokus pada kualitas. Ia memastikan kerapihan pengerjaan dan pemilihan bahan berkualitas tinggi menjadi prioritas. “Meskipun pesanan masih sedikit, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik kepada pelanggan,” ungkapnya.
Promosi melalui media sosial juga menjadi strategi Rudin dalam memperluas jangkauan pasar. Berkat pelayanan yang baik dan hasil kerja yang memuaskan, namanya mulai dikenal. “Alhamdulillah, seiring waktu, usaha sofa ini mulai dikenal oleh masyarakat,” ujarnya.
Baca Juga: Terinspirasi dari Bob Sadino, Pemuda di Kendari Buka Bisnis Coffee Shop
