KENDARI, TELISK.ID - Dampak ekonomi akibat pandemi COVID-19 terus merembet hampir di segala sektor. Pandemi juga berdampak pada bisnis pendidikan seperti bimbingan belajar (bimbel).
Salah satu bisnis pendidikan yang terdampak yaitu bimbel JILC, yang memiliki dua cabang yang bertempat di Wua-Wua dan Anduonohu.
Direktur JILC, Ahmad Muzakir mengatakan, COVID-19 dampaknya sangat terasa, contohnya pembelajaran dibatasi, terutama saat keluar instruksi bersama wali kota dengan gubernur, bimbel tersebut sempat ditutup.
"Kami sempat tutup sekitar 2-3 bulan, setelah kita lihat sudah agak bisa, tapi dengan protokol kesehatan (prokes), kita buka kembali," kata Ahmad Muzakir.
Saat ini, bimbel JILC sudah mulai buka secara tatap muka, tapi jumlah jam dikurangi, serta jumlah siswa dibatasi.
