"Yang dua jam kita kurangi jadi satu jam, jumlah siswanya juga kita batasi, dari siswa yang biasanya sampai 20-an dalam satu ruangan, sekarang paling tinggi 10 orang," ucap Ahmad Muzakir.

Baca juga: Sabuk Nusantara 78 Kembali Beroperasi, Cek Jadwalnya

Baca juga: BNNP Sultra Beri Pelatihan Softskill di SMKN 1 Kendari

Lebih lanjut, Ahmad Muzakir mengatakan, sebelum adanya pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah, orang tua peserta bimbel masih berfikir untuk mendaftarkan anaknya.

"Alhamdulillah setelah buka sekolah ini, orang tua juga sudah mulai memasukkan anaknya, kami juga sudah mulai tatap muka karena setelah dievaluasi, kebanyakan orang tua siswa mengeluh jika menggunakan sistem online, karena anaknya kurang terkontrol katanya," ujar Ahmad Muzakir.