KENDARI, TELISIK.ID - Ramadan telah tiba. Orang-orang mulai menjalankan puasa sebagaimana mestinya, begitu pula dilakukan Herman, seorang bapak yang kesehariannya memulung.
Di bawah panasnya terik matahari, Herman masih tetap bisa menjalankan puasa walau sambil memulung. mungkin Herman bukan orang yang berpendidikan, tetapi ia paham puasa adalah ibadah wajib yang semua umat Islam diharuskan untuk menunaikannya.
Setiap hari Herman berkeliling di tempat-tempat sampah untuk mengumpulkan botol, kardus dan barang bekas yang bisa ditimbangnya. Seperti hari ini, walau pun dahaga, Herman tetap semangat memulung.
Herman tinggal bersama istri dan anaknya di sebuah lahan tetangga yang sering mereka panggil bos. Karena bantuan bosnya, Herman beserta keluarga tidak kesusahan lagi untuk mencari tempat tinggal.
Herman mengungkapkan, dahulu ia adalah seorang nelayan di Pasar Palelangan Ikan Kendari. Namun seiring berjalannya waktu, takdir mengubah kehidupan Herman, yang tadinya ia yang berprofesi sebagai nelayan harus berganti menjadi pemulung. Meski demikian, Herman tetap bersyukur karena dari pekerjaannya memulung masih tetap bisa menghidupi istri dan anaknya.
