Menurut Rhenaldy (2017) disrupsi memberikan tiga nilai yang tak seutuhnya negatif dan sebetulnya dapat diantisipasi. Pertama, disrupsi akan membuat semua pemain atau cara lama menjadi usang.

Karena itu, korban disrupsi pertama yakni mereka yang tak cepat berubah, selalu menyalahkan pihak lain dan terus membentengi diri dari perubahan. Kedua disrupsi, kendati mematikan incumbents yang tak berubah, akan selalu menciptakan dua jenis pasar dan lapangan pekerjaan baru yang lebih besar, ketiga kesiapan owner sebagai pemilik bisnis untuk memasukkan self disruption dalam strategi bisnis yang akan dijalankan.

Baca juga: Faktor Ekonomi Picu Tingginya Angka Perceraian

Pemicu Metamorfosis Bisnis Itu Bernama Corona

Kini, kita diperhadapkan dengan situasi yang tidak terduga sebelumnya bahwa ini akan terjadi. Saat ini, seluruh dunia terdampak oleh pandemi COVID-19. Virus corona membuat 35,38 juta manusia di dunia terpapar (COVID-19 Dashboard by the Center for Systems Science and Engineering (CSSE) at Johns Hopkins University (JHU)" Retrieved 5 October 2020), memorakporandakan kegiatan ekonomi, mendisrupsi bisnis dan industri, juga kebiasaan-kebiasaan manusia.