Erni mengenal tenun sejak masih remaja. Kala itu, ia melihat orang tuanya menata benang-benang dengan alat tradisional menjadi kain.
Baca Juga: Ayam Gholo dan Tenun Masalili Muna Masuk Nominasi API
Lama kelamaan wanita kelahiran 16 Agustus 1977 ini makin mahir. Ia lalu mencobanya dan berhasil mengubah benang-benang menjadi kain dengan motif indah.
Nah, kain tenun yang dihasilkan kemudian dijual untuk membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Istri Aswan itu terus belajar secara otodidak. Motif-motif kekinian yang bercorak adat menyimbolkan budaya masyarakat Muna pun akhirnya dihasilkan.
