Selang enam bulan sejak pelantikan Ebrahim Raisi sebagai presiden, situasi pasar modal Iran masih memprihatinkan. Total indeks Bursa Efek Teheran turun lebih dari 30 ribu unit selama perdagangan hari tersebut dan mencapai level 1 juta 275 ribu unit.
Dalam situasi ini, ketika sebagian besar saham pasar berubah negatif, pemegang saham membuat trending tagar, First_Priority_Stock Exchange, di ruang virtual sebagai bentuk protes terhadap sikap pasif presiden dan tim ekonominya terhadap keadaan pasar modal. Tagar ini mengacu pada janji Ebrahim Raisi sebelum pemilu bahwa pasar saham akan menjadi prioritasnya.
Sementara mengutip sindonews.com, Raisi sempat menghadiri peresmian bendungan di perbatasan sebelum kecelakaan terjadi. Insiden ini menjadi sorotan karena helikopter yang ditumpangi Raisi adalah Bell 212 buatan Amerika Serikat.
Helikopter tersebut mengangkut sembilan orang, termasuk Menteri Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdollahian. Sebelum kecelakaan, tiga helikopter membawa rombongan pejabat Iran ke acara tersebut.
Dua helikopter berhasil kembali dengan selamat, namun helikopter yang ditumpangi Raisi jatuh di Azerbaijan Timur.
