Kabar kematian ini juga berpotensi memicu ketegangan lebih lanjut antara Israel dan Hizbullah, serta memperburuk situasi di kawasan Timur Tengah.

Israel selama bertahun-tahun berusaha untuk membunuh Nasrallah dalam berbagai operasi militer. Namun, hingga serangan terbaru ini, Nasrallah selalu berhasil menghindar dari upaya pembunuhan tersebut.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat bahkan pernah menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi mengenai keberadaan Nasrallah.

Hassan Nasrallah lahir pada 31 Agustus 1960, di desa Bazouriyeh, selatan Lebanon. Ia tumbuh di tengah lingkungan yang sarat dengan nilai-nilai perlawanan terhadap Israel. Nasrallah menempuh pendidikan agama di Lebanon, Irak, dan Iran, sebelum akhirnya bergabung dengan Hizbullah pada awal 1980-an.

Di Hizbullah, Nasrallah dengan cepat naik ke posisi penting, hingga akhirnya ditunjuk sebagai sekretaris jenderal setelah pembunuhan pendahulunya, Abbas al-Musawi. (C)