"Selama ini beras petani hanya terserap melalui mekanisme pasar, kadang petani masih mengeluh rugi karena biasanya harga beli lebih murah," ungkapnya.

Dia menjelaskan, berdasarkan jumlah pegawai yang saat ini berjumlah sekira 6 ribu maka setiap bulan harus disediakan minimal 60 ton, sebab beras Owoha dikemas per 10 kg.

Surat edaran Wali Kota Kendari tentang Himbauan Pembelian Produk Pangan Lokal dan Pangan Olahan Kota Kendari. Foto: Sumarlin/Telisik

 

Dia menjelaskan, dengan luas sawah sekira 410 hektare, saat ini produksi petani di Amohalo sekali panen bisa menghasilkan sekira 819 ton beras.

"Selebihnya akan dialokasikan untuk mendukung program sergap Bulog karena itu kebijakan pemerintah pusat," ujarnya.