"Kita antre di sini sudah 3 jam, ujung-ujungnya tidak dapat," ujarnya kesal.

Ia menilai pihak pemerintah tidak serius menanggapi kelangkaan minyak goreng yang ada di Kota Kendari, apalagi menjelang bulan suci Ramadan.

"Saya keliling hampir di semua swalayan yang ada di Kota Kendari, tapi tidak dapat minyak goreng. Inikan menjadi pertanyaan ke mana saja pihak pemerintah tidak menanggapi serius masalah ini," tuturnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Bindang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perindag Sultra, Ld Muhamad Fitrah Arsyad mengungkapkan, pihaknya sudah berkerja sama dengan distrubutor yang menyiapkan minyak goreng minimal 500 pcs per hari. Melihat kondisi masyarakat yang masih banyak mengantre minyak goreng, tidak mungkin dalam satu hari bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Peran Duta GenRe dalam Sosialisasi Penurunan Angka Stunting di Sultra