Baca Juga: Warga Sekitar Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara Keluhkan Debu dan Jalan Rusak

Ia menambahkan, akibat jalan yang berlubang, sangat sering terjadi kecelakaan, karena kondisi jalan yang sempit, ditambah berlubang dan berdebu.

"Akhir tahun 2022 lalu kami dijanji jalan ini akan diperbaiki. Tapi sampai sekarang belum ada buktinya. Makanya kami tutup dulu sebagian ruas jalan sampai dinas terkait membuka mata," ujarnya, Minggu (19/2/2023).

Salah satu pengguna jalan, Ahmad Husen mengaku terganggu dengan kondisi jalan yang rusak dan berdebu. Banyaknya debu sangat mengganggu pernapasan pengguna jalan dan masyarakat sekitar.

"Wajar saja masyarakat menutup akses jalan, karena banyak debu. Ini kan hampir setiap saat kendaraan lewat, apa lagi mobil-mobil besar, otomatis sangat berdampak sekali," bebernya.