Baca Juga: Di China Robot AI Bisa Jualan Online

Riset itu merupakan kolaborasi bersama para peneliti di Pusat Riset Komputasi BRIN dan Kelompok Studi Dermatologi Anak Indonesia Persatuan Dokter Kulit dan Kelamin Indonesia (KSDAI PERDOSKI).

Dikutip dari Antaranews.com, Nur Afny Catur Andryani, Dosen Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara, mengatakan, keterbatasan kompetensi dokter umum dalam penanganan kasus penyakit kulit anak memerlukan asistensi dari dokter spesialis kulit dan kelamin konsulen anak.

Jumlah dokter spesialis penyakit itu sangat terbatas dan terkonsentrasi di kota-kota besar. Maka, mereka melakukan riset pengembangan pembangunan paediatric tele-dermatology berbasis AI. Teknologi telemedicine untuk dermatologi dimanfaatkan untuk menghubungkan antara dokter umum, dokter spesialis kulit umum, dan dokter spesialis anak dengan dokter spesialis kulit dan kelamin konsulen anak atau pediatri.

Hal itu memberikan peluang bagi para dokter terhubung dengan dokter spesialis kulit dan kelamin (SpKK) konsulen anak untuk meningkatkan akurasi diagnosis terutama untuk kasus-kasus yang kompleks.