Mereka telah bekerja di posisi ini selama lebih dari 10 tahun. Setiap hari Safrin dan Horofu membersihkan area tersebut dari pagi hingga sore, sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh kepala seksi bagian.
“Sudah tiga tahun saya yang membersihkan kali dan taman ini, bersama teman saya, Pak Horofu. Kami melakukan pekerjaan ini secara rutin, pagi dan sore hari,” ujar Safrin.
Meskipun pekerjaan ini terlihat sederhana, keduanya menghadapi berbagai tantangan. Salah satu kesulitan yang sering mereka temui adalah banyak sampah yang dibuang sembarangan di kali, termasuk limbah kiriman dari hulu kali.
“Setiap kali hujan, kali ini pasti meluap, dan banyak batang pohon besar serta lumpur yang terbawa. Itu karena adanya pembangunan di atas (hulu, red),” tutur Safrin.
Selain sampah, mereka juga pernah menemukan hal yang sangat mengejutkan. “Pernah kami menemukan bayi yang sudah meninggal di dalam kardus, mungkin hanyut dari hulu sungai,” ungkap Horofu dengan wajah sedih.
