Setiap pagi, mereka pun kerap menemukan botol miras yang dibuang sembarangan. “Pernah saya mau cuci tangan, ternyata saya membuka botol Aqua, tapi isinya bau arak,” cerita Safrin.

Baca Juga: Bedah Buku Khilafah di Kendari, KH Rokhmat: Sebagai Jawaban Keraguan Sistem Pemerintahan Islam

Keduanya bekerja tanpa libur, kecuali pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha. “Kami tidak pernah libur, bahkan pada hari libur nasional. Kami tetap bekerja demi kebersihan taman dan kali,” ujar Safrin dengan senyum tulus.

Meskipun mereka bekerja keras, gaji yang diterima oleh Safrin dan Horofu terbilang minim. Mereka menerima gaji sekitar Rp 1 juta per bulan. Jumlah ini ada kenaikan dibandingkan dengan dua tahun yang lalu, yang hanya berkisar antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu per bulan.

Kepala Seksi Drainase dan Kali DLHK Kendari, Toto, mengungkapkan bahwa Safrin dan Horofu adalah pegawai yang sangat berdedikasi dalam menjaga kebersihan Taman Kali Kadia. Ia juga tak menampik gaji petugas kebersihan yang masih sangat rendah.