BAUBAU, TELISIK.ID - Tenggelam dalam irama gendang dan gerakan khas, Tarian Mencei mencerminkan kegagahan dan warisan budaya dari masyarakat Labalawa, Kota Baubau, Sulawesi Tenggara.

Sebuah tarian perang yang telah menjadi ikon khas daerah ini, menjadi saksi sejarah keberanian dan semangat perdamaian dari para leluhurnya.

Ditampilkan oleh tiga penari berbakat, tarian ini memberikan gambaran pertarungan epik antara lingge-lingge dan manungkaloloi. Perlengkapan tempur mereka, dari kinia atau tameng hingga kampue atau parang, tidak hanya sebagai hiasan, tetapi simbol dari nilai-nilai yang diwariskan. Iringan gendang yang dimainkan oleh 2 orang dengan penuh perasaan menambah kekhasan pada tarian ini.

Tarian ini juga mencatat jejaknya dalam sejarah. Dari zaman Kesultanan Buton hingga era millenial, Tarian Mencei selalu menjadi bagian dari perayaan penting, terutama dalam menyambut tamu-tamu penting. Ini menunjukkan betapa dihargainya tarian ini dalam berbagai era.

Baca Juga: Reuni Akbar 7 Tahunan Suku Buton Cia Cia Laporo Hadir se-Nusantara di Kota Baubau