Dia dinyatakan bersalah pada akhir bulan Mei karena berusaha menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang porno.

Namun, tiga tuntutan lainnya, termasuk dua terkait upayanya untuk membatalkan kekalahannya dalam pemilu 2020, terhenti karena berbagai faktor termasuk keputusan Mahkamah Agung yang menyatakan dia kebal terhadap tuntutan tersebut.

Sepanjang masa jabatannya, Trump sering kali menciptakan kontroversi baik melalui kebijakan maupun perilakunya. Beberapa kontroversi terkenal termasuk diskriminasi ras pada tahun 1973.

Pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel, larangan masuk bagi imigran dari negara-negara Muslim, kritik terhadap anggota NATO, penarikan dari Perjanjian Kemitraan Trans-Pasifik (TPP), serta diskusi tentang serangan nuklir terhadap Korea Utara.

Trump juga terlibat skandal dengan bintang porno Stormy Daniels, yang menyebabkan dia ditahan dan ditetapkan sebagai tersangka atas kasus suap pada tahun 2023. (C)