Salah seorang penjual, Halimuna mengatakan, kenaikan harga telur terjadi sejak H-7 ramadan, kenaikan harga mencapai kisaran Rp3.000 dari harga normal.

"Bermacam harganya, ada yang jual per rak Rp58.000, ada yang jual Rp60.000 per rak," ungkapnya.

Kenaikan harga telur terjadi disebabkan oleh kelangkaan stok di Muna Barat, di mana stok yang dikasih oleh peternak lokal hanya 50 rak, di bandingkan dengan kebutuhan masyarakat tidak mencukupi, mengingat kebutuhan masyarakat lebih besar dari stok yang ada.

Kemudian pedagang sembako lainnya pun mengeluhkan hal serupa, Wia mengatakan, pasokan telur ayam di Muna Barat, khususnya di pasar Guali cukup langka, sehingga kebutuhan masyarakat kurang terpenuhi.

"Banyak yang cari telur untuk baca-baca haroa, tapi telur yang saya jual sudah habis," ungkapnya.