Perlakuan rasis yang diterima oleh Julien pun semakin menjadi-jadi ketika dirinya menganut Islam. Biasanya perlakuan rasis ini paling ia rasakan saat hendak berpergian menggunakan pesawat.

Baca Juga: Tertarik Pada Islam Puluhan Tahun, Pastor Katolik Hilarion Heagy Putuskan Mualaf

"Harus saya akui, setiap hari saya merasa seperti sebuah target buruan. Setiap saya hendak terbang, orang-orang keamanan di bandara akan mendatangi saya sembari meminta saya menunjukkan paspor dan memberi saya sejumlah pertannyaan. Parahnya, mereka cuma datang ke saya dan tidak orang lain," jelas Julien.

Meskipun kerap mendapat stigma negatif sejak menjadi seorang Muslim, siapa yang menyangka kehidupan Julien semakin mendapat berkah. Buktinya, meski usianya sudah di atas kepala tiga, selalu ada klub yang merekrutnya.

Siapa yang menyangka juga jika pilihannya menjadi seorang Muslim bisa mendapat kesempatan untuk berkarier di negara mayoritas Muslim terbesar di dunia, yakni Indonesia. (C)