Baca Juga: Ilmuwan Polandia Berhasil Rekonstruksi Mumi Hamil 28 Pekan Berusia 2000 Tahun
Sebuah 'swarm network' melihat sejumlah drone menyerang target dengan tujuan bersama yang diarahkan oleh kecerdasan buatan.
Melansir Intisari.grid.id, kelompok ini berusaha mengembangkan platform swarm untuk orkestrasi drone otonom terkoordinasi menggunakan 2.500 drone yang dikirim baru-baru ini dari China.
“Saluran komunikasi antara kaum Wagernites dan Partai Komunis China berada dalam dua jaringan terselubung, satu di Rusia dan satu lagi di China,” ungkap seorang intelijen.
"Jaringan itu bertanggung jawab atas pengiriman rahasia bahan perang yang digunakan melawan Ukraina, terlepas dari seberapa banyak orang China menyangkalnya," tambahnya.
