“Gerakan BDS ini semakin massif dilakukan olah para kaum terpelajar dan aktivis HAM di negara barat. Gerakan ini diharapkan akan semakin berdampak apabila melibatkan peran negara. Dan Indonesia sudah selayaknya jadi contoh dan memimpin gerakan ini dalam lingkup antar negara,” tukasnya.
Oleh karena itu, Hidayat meminta Menteri Luar Negeri Republik Indonesia untuk lebih memaksimalkan usahanya menentang dan menggagalkan target Israel untuk menganeksasi tanah-tanah Palestina di Tepi Barat.
“Menlu perlu memaksimalkan koordinasi dan kooperasi dengan ASEAN, OKI serta Perserikatan Bangsa-Bangsa baik melalui Dewan Keamanan maupun Sidang Umum,” ujarnya.
Hidayat juga mengapresasi langkah Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI yang menggalang dukungan organisasi dan anggota parlemen-parlemen mitra BKSAP DPR RI untuk menolak dan menggagalkan proyek aneksasi Israsel tersebut.
"Karena tindakan Israel itu jelas bertentangan dengan aturan hukum internasional, resolusi, dan menjauhkan realisasi program perdamaian di Timur Tengah,” tuturnya.
