Syarah hadits (Fathul Bari li Ibni Hajar, 4:146): Dikutip dari Islampos.com, Ibnu At-Tin berkata, “Teks hadis di atas menunjukkan bahwa makna ta’arra adalah bangun tidur karena beliau SAW bersabda, “Barang siapa yang terbangun dari tidur kemudian mengucapkan….‘ Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menyandingkan "ucapan" dengan kondisi "bangun tidur".
Hadis tersebut mengandung makna bahwa huruf "fa" berfungsi menafsirkan suara yang dikeluarkan oleh orang yang bangun tidur, karena terkadang orang bangun tidur sambil bicara namun tak berzikir.
Oleh sebab itu, keutamaan yang disebutkan dalam hadis tersebut hanya diperuntukkan bagi orang yang (terbangun tengah malam) kemudian dia bersuara dalam bentuk berzikir kepada Allah Ta’ala. Keutamaan tersebut terkumpul pada diri seseorang yang terbiasa berzikir dan dia memang suka berzikir. Sifat ini membuat si pemilik sifat ini termuliakan dengan dikabulkan doanya dan diterima salatnya. (C)
Reporter: Haerani Hambali
Editor: Fitrah Nugraha
