Data tersebut diupload dengan maksud, agar kelurahan lebih transparansi serta tidak terjadi benturan penerima PKH dan bantuan dari Pemerintah Kota Kendari sebagai imbas COVID-19.
“Setelah data sukses terupload, beberapa masyarakat sontak kaget melihat data tersebut, karena ada masyarakat yang namanya terdaftar sebagai penerima PKH, namun tidak diberitahu bahwa masyarakat tersebut terdaftar sebagai penerima sejak 2014,” terang Hasman, Senin (11/5/2020).

Hasman melanjutkan bahwa, setelah mendapatkan informasi tersebut, pihak kelurahan mengecek bank yang menyalurkan dana PKH, ditemukan fakta bahwa, rekening yang seharusnya dipegang oleh masyarakat yang namanya ada didaftar namun tidak menerima, terkonfirmasi aktif hingga sekarang.
