"Di dalamnya (Instagram) ada bendera ISIS dan ada tulisan terkait bagaimana perjuangan jihad," papar Kapolri, dilansir dari BBC.com
Dari penggerebekan polisi di rumahnya, ZA meninggalkan surat wasiat dan menulis di grup WA keluarga bahwa dia berpamitan.
Dalam keterangannya, Kapolri menyebut ZA yang menerobos masuk ke dalam kompleks Mabes Polri lewat pintu belakang mendatangi pos polisi di dekat pintu masuk bagian depan.
Disebutkan, dia sempat meninggalkan pos tersebut, namun kembali lagi dan "melepaskan tembakan enam kali".
"Dua kali ke anggota (polisi) di dalam pos, dua kali di luar, dan menembak lagi kepada anggota yang ada di belakangnya," kata Kapolri.
