TEL AVIV, TELISIK.ID - Israel menjadi salah satu negara yang selalu sibuk berperang. Namun kucuran dana pendapatan Produk Domestik Bruto (PDB) tetap mengalir.

Baru-baru ini, angkatan bersenjatanya yang dinamai Israel Defense Forces (IDF) memantik kemarahan komunitas global. Mereka menggempur kamp pengungsian warga Palestina di Rafah, Gaza dengan bom dan rudal.

Tak hanya masyarakat sipil, aksi militer terbaru Israel di kawasan padat penduduk dan zona aman itu juga memanen kecaman dari sederet pemimpin negara. Terlebih, pasukan Benjamin Netanyahu itu semakin masif melanggar hak asasi manusia (HAM) dan hukum humaniter internasional, serta mengabaikan perintah Mahkamah Internasional.

Meski terlihat sebagai musuh bagi sebagian besar penduduk dunia, Israel tetap santai, karena mereka merupakan negara maju, kaya, dan memiliki kekuatan besar. Terlebih, satu-satunya negara Yahudi itu mendapat dukungan besar dari Amerika Serikat (AS) yang merupakan negara adidaya, dilansir dari CNBC Indonesia, Minggu (16/6/2024).

Israel yang terletak di Asia Barat adalah negara maju yang berpenghasilan tinggi. Menurut data Trading Economics, Produk Domestik Bruto (PDB) Israel mencapai US$522,03 miliar pada 2022 atau sekitar Rp 8.482 triliun jika mengacu kurs saat ini.