"Dari kantor biasa saya tidak langsung pulang di rumah, paling singgah di rumah teman. Tapi sekarang saya sudah tidak berani karena banyak orang yang kena busur," ujarnya cemas.
Senada dengan Dian Pidani, warga lain, Sinar Rizky mengatakan, aktivitas malamnya sangat terganggu akibat maraknya kasus pembusuran belakangan ini. Apalagi pekerjaannya di salah satu toko di Kecamatan Wua-Wua mengharuskannya pulang malam hari.
Baca Juga: HUT Kota Kendari Diwarnai Sampah Berserakan di Jalan
"Pulang dari kerja senantiasa waspada sepanjang jalan. Semoga peristiwa yang meresahkan ini bisa teratasi secepatnya," harapnya. (A)
Reporter: Aris Mantobua
