"Setenga mati kasian, terlebih Ibunya sudah menikah, mereka juga urus keluarganya masing-masing, dia itu merasa lain-lain untuk tinggal di rumahnya bapaknya," tuturnya.
Selain itu, sebelumnya Asis sang pemuda yang menderita patah tulang tersebut juga pernah memeriksakan kondisinya di rumah sakit terdekat yang dibantu oleh teman-teman yang peduli terhadapnya.
Tetapi dokter mengatakan bahwa ia harus ditangani melalui jalur operasi dengan memasangkan pen atau implan untuk memperbaiki kerusakan pada tulangnya.
"Iya, katanya dokter harus dioperasi. Dipasangkan pen, harga operasinya sekitar Rp 40 juta," ungkap Asis.
Ia pun sangat berharap ingin sekali sembuh dari pata tulang yang sangat menyiksanya itu.
