"Sultra bukan milik satu suku, satu agama. Sultra ini milik kita bersama. Kita berbeda agama silakan, berbeda suku, partai, berbeda organisasi, silakan. Tapi, jangan dicabik-cabik untuk kepentingan seseorang. Apalagi karbitan sehingga menghancurkan perbedaan yang sudah berjalan penuh kekeluargaan," cetus Umar Bonte yang juga Bendahara Umum DPP KNPI.

Baca Juga: Minat Baca Merosot, Lapak Baca Komunitas Binaan OJK Sepi

Sedangkan Ketua DPP KNPI, Raden Andreas Nandiwardana mengaku, tidak pernah meneken SK Alvin Akawijaya sebagai Ketua KNPI Sultra.

Raden Andreas pun menegaskan jika KNPI Sultra pimpinan Hendrawan lah yang sah dikarenakan memiliki SK Kemenkumham.

"Saya tidak hadir dalam pelantikan itu. Kenapa? karena banyak tokoh pemuda Sultra yang tidak terakomodir dalam kepengurusan tersebut. Artinya, kepengurusan tersebut tidak sesuai dengan harapan saya," bebernya. (A)