"Intinya, kami dari Kementerian sudah menyiapkan SDM mereka. SDM daerah yang sudah siap menjadi pemimpin pembelajaran," bebernya, Selasa (27/12/2022).

Adanya program ini diharapkan mampu menggerakan komunitas belajar. Program ini memiliki prinsip yang sama dengan kurikulum merdeka, yaitu menggunakan metode yang lebih fleksibel. 

Guru penggerak diharapkan dapat mendorong upaya peningkatan kualitas pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah. Mereka menggunakan pendekatan andradogi dan blended learning.

Guru yang terpilih untuk menjalankan program ini wajib menerapkan proses pembelajaran yang didasarkan pada realitas dengan menggabungkan strategi tatap muka dan daring.

Seorang peserta, Yuanita Sriwahyuni yang berasal dari Kabupaten Konawe mengatakan, jika di daerahnya terkait sosialisasi sudah biasa, bahkan kegiatan guru penggerak sangat populer di sana.